Rabu, 10 November 2010

lagu cinta

lagu cinta


Rambu Sebelum Terlibat “Office Romance”

Posted: 10 Nov 2010 05:07 AM PST

Kalau artis sinetron bisa cinta lokasi dengan sesama pemain, Anda tentu juga bisa cinta lokasi dengan teman sekantor. Kenapa tidak? Di kantorlah Anda menghabiskan hampir seluruh waktu produktif Anda. Sangat mungkin di sela-sela pembahasan soal pekerjaan itu, Anda juga membahas soal perasaan-perasaan Anda.

Namun, meskipun menurut survei kantor adalah tempat nomor satu untuk menemukan kekasih, Anda perlu tahu risiko mengencani teman sekantor. Terlepas dari kegembiraan karena bisa bertemu kekasih setiap saat, banyak juga situasi buruk yang bisa mengancam hubungan Anda. Untuk itu, pertimbangkan apa yang akan Anda hadapi nanti.

Bijaksanalah. Berlatihlah untuk menahan diri saat bekerja. Jangan tergoda untuk menghabiskan “quality time” bersama pasangan di ruangannya. Bahkan, Anda sebaiknya tidak membuka mulut mengenai hubungan yang Anda lakukan. Karena, orang lain bisa saja mengira bahwa Anda lebih fokus pada urusan membina hubungan daripada bekerja. Tak perlu saling melempar pandangan penuh arti, atau saling menggesekkan kaki di bawah meja. E-mail dan telepon penuh rayuan gombal sebaiknya juga dihindari. Anda tak mau jika e-mail itu salah terkirim ke e-mail orang lain, kan?

Jangan mengencani seseorang yang rantai penguasaannya langsung di atas atau di bawah Anda. Bayangkan bila kekasih Anda ternyata atasan langsung yang harus memberikan assessment untuk Anda. Mungkin penilaian menjadi tidak obyektif, atau kemungkinan lain justru Anda yang tidak bisa menerima penilaian negatif darinya. Jika penilaian tersebut positif, rekan kerja lain akan menganggap kekasih yang juga atasan Anda itu pilih kasih.

Bayangkan juga bila Anda sedang berantem, lalu esoknya Anda harus menemuinya lagi sebagai atasan, bawahan, atau rekan kerja. Sungguh sebuah situasi yang “mencekam”, bukan? Hal-hal seperti ini bisa memicu conflict of interest.

Anda juga harus bersiap untuk mengundurkan diri bila hubungan Anda semakin serius. Banyak perusahaan tidak mengizinkan pasangan menikah dengan rekan sekantor. Kebijakannya adalah memutasi Anda ke divisi lain, atau salah satu dari Anda harus mengundurkan diri.

Bersiaplah menjadi bahan gosip. Anda berdua jelas akan menjadi bahan pembicaraan, khususnya bila Anda memang pernah melontarkan sesuatu yang bisa jadi topik gosip terhangat. Oleh karena itu tadi telah disebut mengapa Anda tak perlu banyak membuka mulut soal hubungan Anda ini. Jagalah sikap profesional, dan jangan terlibat dalam gunjingan mengenai kisah cinta Anda.

Bersikap realistis. Bila hubungan Anda bisa berlanjut ke arah pernikahan, tentu baik. Tetapi bagaimana bila tidak, dan Anda harus putus hubungan sebagai kekasih? Padahal, Anda masih harus bekerja sama dalam satu tim. Lalu bagaimana bila ia lalu mempunyai pacar baru yang juga karyawan kantor Anda? Mampukah Anda menerima pemandangan seperti itu?

Perusahaan atau gedung kantor Anda boleh saja menjadi tempat yang asyik untuk bertemu pria baru, jangan membatasi diri untuk menemui pria baru ini di tempat lain. Anda tak akan pernah tahu siapa jodoh Anda, bukan? kompas.com

10 Tips Menemukan Kekasih

Posted: 10 Nov 2010 05:00 AM PST

Sulit menemukan kekasih di tengah ulah dunia yang sarat jejaring sosial? Kata pepatah, dunia tidak berasa gurih, bila hidup tidak beraroma cinta.

Jangan dulu buru-buru patah arang atau menyalahkan diri sendiri karena romantisme cinta memerlukan upaya untuk menjadi sosok berdaya pikat bagi sang kekasih di seberang sana.

Dari hari ke hari, buatlah hidupmu semarak mungkin dan rayakanlah hidup sebagaimana dirimu ada, demikian salah satu nukilan tips yang ditulis Susan Jeffers dalam buku Life is Huge, Laughing, Loving and Learning from it All.

Ini bukan semata soal penampilan. Amati secara seksama romantisme sepasang suami-istri ketika Anda berkunjung ke sebuah taman kota atau bertandang ke sebuah resepsi. Ada yang bertubuh jangkung, berbadan gemuk atau langsing; ada yang berparas cantik atau kurang cantik.

Sebagai pasangan, mereka terampil menyajikan kehangatan hubungan cinta. Apakah Anda memiliki kedalaman dan kehangatan cinta?

Jadilah pribadi yang hangat untuk diajak bersahabat. Syaratnya, punya kesehatan dan keseimbangan emosional. Untuk itu, sangat beralasan bila Anda memiliki sejumlah daftar berisi teman dekat yang benar-benar membuat hati kesengsem.

Jangan sampai Anda keduluan dengan orang lain ketika memburu si dia. Luangkan waktu agar terbuka kesempatan bagi si dia mengetahui lebih jauh siapa diri Anda sesungguhnya.

Dari pertemuan itu, Anda dapat berkaca diri dan bertanya, “Mengapa si dia sampai tertarik dan bersedia memberi cinta suatu ketika?” Dari pertemuan ke pertemuan, Anda bisa menjejak seberapa jauh cinta dan perhatiannya agar suatu ketika terjalin hubungan lebih jauh dan lebih intensif di masa depan.

Bagi perempuan, jangan sungkan melakukan pendekatan lebih dulu kepada pria pujaan hati. Banyak Romeo kerapkali menghadapi kesulitan ketika kali pertama hendak menjalin hubungan dengan sang Juliet.

Mereka merasa was-was bila inisiatifnya itu tidak memperoleh respons positif. Bagi perempuan, jangan pernah menutup diri manakala seorang pria menaruh perhatian ekstra.

Penolakan tidak serta merta ditafsirkan “dunia akan kiamat”. Ketika Anda sedang melayangkan pendekatan, ketahuilah bahwa “Tidak ada yang lebih berharga dari diri saya.” Jika ingin “mengintervensi” seseorang, maka baik “mengintervensi” diri sendiri lebih dulu dengan memupuk kepercayaan diri.

Cermati bahasa tubuh (body language). Banyak perempuan dan laki-laki menyukai awal jalinan hubungan dengan memperhatikan hal-hal sederhana lebih dulu. Perlu memperhatikan bahasa tubuh dari masing-masing pasangan ketika keduanya menemukan cinta.

Berhentilah “mengekor” kepada penampilan orang lain. Jadilah diri sendiri. Jauh lebih bermanfaat jika Anda mengetahui bahwa masih ada kesempatan mewujudkan penampilan diri yang autentik.

Jangan pernah ragu menaruh hati kepada seseorang. Setelah itu, bersegeralah menentukan waktu kencan. Untuk itu, pilih sendiri restoran mana yang benar-benar dapat menghanyutkan dan menyejukkan hati keduanya.

Enyahkan anggapan bahwa suatu ketika si dia pasti akan datang dengan sendirinya. Dengan mencintai seseorang, Anda dapat saling “memperkaya” diri satu sama lain.

Jangan menciptakan rasa permusuhan, baik laki-laki kepada perempuan, begitu sebaliknya. Jauh lebih bernilai jika Anda merajut hubungan harmonis kepada lawan jenis. metrotvnews.com

Permusuhan hanya akan memicu permusuhan. Jika Anda sedang berada di tengah samudera permusuhan, ambillah kaca kemudian bercerminlah, siapa diria Anda sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar